•   Rabu, 19 Februari 2020
Kriminal

Dituduh Aniaya Muridnya, Kasek SD di Jombang Membantah

( words)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, saat ditemui di kantornya. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Salah satu orang tua wali murid telah melaporkan Kepala Sekolah (Kasek) SDN Tunggorono 02, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ke polisi karena pemukulan pada anaknya pada Senin, (9/9) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Ismunarko Kasek SDN Tunggorono 02, Ismunarko membantah jika dirinya telah melakukan tindakan pemukulan kepada 10 siswanya sendiri.

“Saat itu guru sedang mempraktikkan Salat Magrib di sekolah. Jumlah siswa 31 anak, dan gurunya akhirnya kewalahan. Laku saya bantu membetulkan gerakan salat anak-anak supaya tertib," ujarnya, Rabu (18/9/2019).

Ismunarko mengungkapkan, saat membetulkan gerakan salat pada siswa, dirinya membantah kalau caranya dengan memukul kepala mereka. "Saya hanya membetulkan posisi salat anak-anak waktu sujud," ungkapnya.

Ia mengaku baru mengetahui ada persoalan ini kemarin, Senin (16/9). Setelah Yongki Harsandi (38), ayah salah seorang siswa kelas 2 SDN Tunggorono 2 mencari dirinya.

Yongki mengeluh bahwa anaknya trauma dan tak mau sekolah, usai mengalami pemukulan yang diduga dilakukannya. "Saya baru tahu kemarin ada orang tua siswa komplain kalau anaknya tidak mau sekolah karena takut, trauma dan sebagainya,” akunya.

“Karena saya sudah janjian dengan pengawas sekolah, saya menemui pengawas dulu. Dia saya suruh menunggu. Setelah selesai mau saya temui, ternyata dianya sudah pergi," sambungnya.

Sejauh ini, lanjut Ismunarko, baru satu orang tua siswa yang komplain. Menurutnya, sembilan siswa lainnya tetap masuk sekolah seperti biasa. Namun dirinya siap menghadapi proses hukum jika dilaporkan ke Polres Jombang.

"Saya belum tahu laporannya seperti apa, karena saya belum dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Kalau sewaktu-waktu ada panggilan, saya akan datang," tukasnya.

Secara terpisah, Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, drg Budi Nugroho mengatakan, bahwa pihaknya sudah memanggil Kasek SDN Tunggorono 02 melalui korwil untuk mengklarifikasi dugaan pemukulan tersebut.

“Hari ini, petugas kami (Disdikbud, red) turun ke sekolahan untuk mempertemukan dan meminta keterangan masing-masing orang tua murid dan Kepala sekolah,” katanya.

Menurut Budi, langkah ini merupakan upaya untuk mediasi dalam mencari kebenaran soal peristiwa dugaan pemukulan murid oleh kasek itu.

“Supaya ada titik terang. Ketika nanti memang ada kesalahan betul pada pihak guru, maka nanti akan nada sanksi-sanksi yang akan kita berikan,” paparnya.

Saat ditanya untuk sanksi terberat yang akan diberikan jika memang terbukti lakukan pemukulan. Budi menjelaskan, bahwa jika memang mengarah ke hukum, pihaknya akan memberikan sanksi administratif yang tegas.

“Ya sanksi terberat kalau melewati hukum ya ada hukuman. Kalau sanksi hukumnya berat, maka akan kita beri sanksi disiplin, sampai pemecatan,” pungkasnya. (suf)

Berita Populer